Bandung Scrap-A-Thon

Menginisiasi gerakan edukasi di kalangan mahasiswa tentang pengolahan data

Mendukung terciptanya keterbukaan pemerintah dan partisipasi masayarakat dalam pembangunan, Pemerintah Kota Bandung bersama Code for Bandung menggelar acara kompetisi pengolahan data Scrapathon (Scrap-a-thon) Bandung di hotel Grand Pacific Bandung (18/10). Mengusung tema “Better Data: Towards Bandung Transparent, Accountable and Innovative City”, acara ini diselenggarakan selama satu hari penuh dan diikuti oleh 52 peserta.

Dalam kegiatan tersebut para peserta ditantang untuk mengubah format data milik pemerintah kota Bandung, yang belum terstruktur, ke dalam konsep data terbuka (open data). Nantinya data tersebut lebih mudah digunakan dan dimanfaatkan kembali bagi khalayak ramai. Data hasil kompetisi akan diverifikasi pemerintah kota Bandung, kemudian dipublikasikan di portal resmi Pemerintah Kota Bandung mulai bulan Desember.

“Kami mengajak para mahasiswa atau kalangan umum yang ingin berpartisipasi membantu mengumpulkan data yang lebih baik untuk Bandung agar lebih transparan, akuntabel dan inovatif,” kata External Manager Code for Bandung Albert Tri Ardian.

Kompetisi pengolahan data Scrapathon Bandung 2015 dimenangi oleh Anshar Abdullah, mahasiswa tingkat akhir UPI jurusan Pendidikan Ilmu Komputer, yang menyelesaikan sekitar 52 data set baru dalan waktu lima jam. Atas prestasinya tersebut, Anshar mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 8,5 juta dan sertifikat. Juara-juara berikutnya adalah Agus Muhammad Ramdan dan Dedi Prasetyadi.

Selain kualitas dan kuantitas dari data, kebersihan dan detil pengolahan data merupakan kriteria yang ditentukan oleh dewan juri.

“Target kami bukanlah dari kalangan developer saja, namun semua orang yang ingin belajar tentang open data, asalkan para peserta bisa menghasilkan data yang baik dan yang bisa dipublikasikan” kata Albert.

Acara Scrapathon Bandung diawali dengan workshop scrapathon yang menghadirkan narasumber ahli dari berbagai kalangan, di antaranya adalah Prasetya Dwicahya dari World Bank dan Andhika Nugraha dari Microsoft Indonesia. Workshop ini memberikan pengetahuan seputar open data, scraping, dan pengolahan data secara umum.