Bandung Datathon 2018: Musrenbang

Sebagai wujud keterbukaan Pemerintah Kota Bandung, melalui partisipasi publik yang lebih luas dan memanfaatkan data terbuka milik pemerintah, maka pada tanggal 26 April 2018 Diskominfo Kota Bandung menyelenggarakan kompetisi pemanfaatan data terbuka dengan judul Bandung Datathon 2018.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Tjokro Bandung ini diikuti oleh 12 kelompok mahasiswa dari Universitas Negeri dan Swasta di Kota Bandung maupun luar Kota Bandung. Para peserta yang di hari sebelumnya sudah mengikuti seminar Bandung Datathon ini diberi tugas untuk melakukan analisis terhadap data Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Kota Bandung selama 8 jam dari mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB, hingga menghasilkan informasi yang menarik dengan suguhan visualiasasi yang ciamik.

Setelah melakukan analisis data, selanjutnya setiap kelompok melakukan presentasi di hadapan dewan juri yang terdiri dari Nabil Badjri (Project Manager - Data Science Indonesia), Ria Ernunsari (Hivos Representative South East Asia), Rina Karlina (Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfo Kota Bandung) dan Budhy Aditya (Kepala Seksi Survey dan Akuisisi Data).

Yang menarik dari presentasi setiap kelompok adalah topik yang diangkat sangat bervariatif. Ibu Rina selaku Kabid Data dan Statistik mengemukakan presentasi yang dijelaskan setiap kelompok sangat bagus dan dapat memberikan insight baru tentang evaluasi yang harus dilakukan terkait musrenbang.

Setelah melewati proses penjurian dan akumulasi nilai, diputuskanlah 4 kelompok yang berhasil memperoleh juara 1, 2, 3 dan harapan 1. Kelompok yang memperoleh juara diantaranya :

  1. Juara 1 : Kelompok 2 (Keterkaitan Usulan E-Musrenbang Terhadap Pembangunan Keluarga Sejahtera Kota Bandung)

  2. Juara 2 : Kelompok 5 (Evaluasi Usulan Anggaran APBD Kota Bandung)

  3. Juara 3 : Kelompok 9 (Mengapa Usulan Anda Ditolak Dalam Musrenbang)

  4. Juara Harapan : Kelompok 6 (Rekomendasi Kecamatan Yang Diprioritaskan Berdasarkan Data E-Musrenbang)

Dengan diadakannya kegiatan ini, Pemerintah Kota Bandung mengharapkan partisipasi publik yang lebih aktif dan penggunaan data terbuka sebagai bentuk kolaborasi.